MONEV

Image

Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan Ibu dan anak, khususnya penyelenggaraan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di Puskesmas Kemranjen I sebagai upaya penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI dan AKB) di Kabupaten Banyumas.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan Pasal 40 disebutkan jika upaya kesehatan ibu ditujukan untuk melahirkan anak yang sehat, cerdas dan berkualitas, serta menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Sehingga untuk mewujudkan hal tersebut, setiap ibu berhak memperoleh akses ke fasilitas pelayanan kesehatan dan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar, aman, bermutu, dan terjangkau. Sementara upaya kesehatan bayi dan anak ditujukan untuk menjaga tumbuh dan kembang anak, serta menurunkan angka kesakitan, kematian, dan kedisabilitasan bayi dan anak yang dilakukan sejak masih dalam kandungan, dilahirkan, setelah dilahirkan, sampai sebelum berusia 18 tahun.

Salah satu kegiatan prioritas utama pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 berfokus pada penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Angka kematian ibu pada tahun 2022 ditarget sebesar 122 per 100.000 KH dan 77 per 100.000 KH pada tahun 2029. RPJMN 2025-2029 juga menetapkan indikator persentase Kabupaten/Kota dengan Puskesmas PONED sesuai standar sebagai salah satu upaya penurunan Ibu dan Anak di Indonesia, dengan target 80% pada tahun 2029. Intervensi pada kesehatan ibu akan berdampak pada penurunan kematian bayi baru lahir dan lahir mati oleh karena ada keterkaitan yang sangat erat antara kondisi dan pelayanan kesehatan ibu dengan kondisi bayi baru lahir.

Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi tahun 2025 melalui aplikasi Maternal Neonatal Death Notification (MPDN) tercatat sebanyak 34 kasus kematian ibu dan 419 kasus kematian bayi yang terjadi di wilayah Kabupaten Banyumas, yang terdiri dari 14 kasus kematian ibu adalah penduduk Kabupaten Banyumas dan 20 kasus kematian ibu dengan identitas luar wilayah Kabupaten Banyumas. Angka Kematian Ibu (AKI) Kabupaten Banyumas tahun 2025 adalah 85,87/100.000 KH, dengan target RPJMN tahun 2025 adalah sebesar 122/100.000 KH dan target SDG’s pada tahun 2030 adalah 70/100.000 KH. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) Kabupaten Banyumas adalah 12,78/1.000 KH dengan target RPJMN pada tahun 2025 adalah 12,62/1.000 KH dan 12/1.000 KH sebagai target SDG’s pada tahun 2030.

Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap tingginya AKI dan AKB antara lain adalah belum optimalnya pelaksanaan skrining layak hamil yang dilakukan baik di fasyankes primer maupun lanjutan, pemantauan implementasi sistem pelayanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal, pemanfaatan data dan informasi kesehatan ibu dan anak serta regulasi terkait sistem rujukan yang perlu diperbarui. Untuk itu dibutuhkan pelaksanaan pengampuan yang efektif dan efisien sesuai kebutuhan dengan metode pendampingan melalui tata kelola klinis dan manajemen dalam peningkatan mutu serta kapasitas untuk memberikan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal sesuai standar secara komprehensif dalam jejaring sistem rujukan yang efektif dan efisien seperti yang telah dicapai pada program Expanding Maternal Neonatal Survival (EMAS) dan Sister Hospital di Indonesia dalam membantu upaya Kementerian Kesehatan bagi percepatan penurunan AKI dan rencana aksi nasional penurunan AKB.

Saat ini terdapat 9 (sembilan) RS PONEK di Kabupaten Banyumas, yaitu RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, RSUD Ajibarang, RSU Siaga Medika, RSU Wiradadi Husada, Rumah Sakit Tk.III Wijayakusuma, RSU Ananda, RSU Hermina Purwokerto dan RSU Dadi Keluarga Purwokerto. Terdapat 4 (empat) rumah sakit yang sudah berproses pengajuan usulan untuk dilaksanakan pendampingan menjadi RS PONEK yaitu: RSU Amanah Sumpiuh, RSU An Ni’mah Wangon, RSU Elisabeth dan RSU JIH Purwokerto. Serta 13 (tiga belas) Puskesmas mampu PONED yang merupakan Puskesmas dengan kemampuan Rawat Inap.

Pelaksana Kegiatan Kegiatan dilaksanakan oleh Tim Monev Dinas Kesehatan dan KB yang terdiri dari :

a. POGICabang Banyumas;

b. IDAI Cabang Jawa Tengah Perwil Banyumas;

c. Tim Mentor Penyelamat Ibu dan Bayi Kabupaten Banyumas,

d. Tim Kerja Standarisasi Klinis Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas; dan

e. Tim Kerja Kesehatan Keluarga Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas;

 

 

.

Komentar